RENCANA PEMBELAJARAN
1. Judul : Bahasa Inggris Terminologi
2. Tujuan Pelajaran : Membekali
para siswa Diktukba Artileri tentang Bahasa Inggris sebagai bekal di dalam
penugasan di Kesatuan.
3. Sasaran Pelajaran : Selesai
pelajaran ini para siswa Diktukba Artileri diharapkan mengerti tentang :
a.
Verb ” be ” technical term ( istilah teknis dan penggunaan to be sebagai
kata kerja)
b. Action verb
technical term ( istilah teknis dan penggunaan kata kerja
aksi )
c. Question words technical term.( Istilah teknis dan
penggunaan Kata tanya )
4. Lama Pelajaran :
a. Teori : 4 Jam Pelajaran
b. Praktek : 8 Jam
Pelajaran
5. Kepustakaan :
a. New ALC ( American Language
Course )
b. English Grammar Books ( Betty
Schrampfer Azar, Raimond Murphy )
c. Progressive,
Stative and Dynamic Verbs.
http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/progressive.htm. Accessed on December
16, 2012.
d. Action
VS. Non-Action English Verbs. http://cisl.edu/wordpress/uncategorized/action-vs-non-action-english-verbs.htm.
Accessed on December 16, 2012.
e. Pyle,
Michael A. 2002. Cliffs TOEFL Preparation Guide. Dover Publications, Inc: New
York.2) You study hard in Cambridge
DAFTAR PROGRAM PEMBELAJARAN
NO
|
BAB
|
POKOK AJARAN
|
WAKTU
|
TEMPAT
|
METODE
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
1.
|
I
|
VERB “BE” TECHNICAL TERM
a. To be sbg Linking Verb
b. To
be sbg auxallary Verb
c. To
be sbg Yes No Question
d. To
be sbg Question Tag
|
4 Jp
4 Jp
45
Menit
45
Menit
45
Menit
45 Menit
|
Kelas
|
Ceramah
Tanya
Jawab
|
2.
|
II
|
ACTION VERB TECHNICAL TERM
a.
Pengertian umum “ Verb”
b. “
Verb Tenses”
c. “
Action Verb”
|
4 Jp
45
Menit
45
Menit
45
Menit
45
Menit
|
Kelas
|
Ceramah
Tanya
Jawab
|
3.
|
III
|
QUESTION WORDS TECHNICAL TERM
a.
Pengertian umum “ Question Words”
b.
Jenis - jenis“ Question Words”
dan Pengg
dalam kalimat Tanya
c.
“Ever” dalam“ Question Words”
|
4 Jp
45
Menit
45
Menit
45
Menit
45
Menit
|
Kelas
|
Ceramah
Tanya
Jawab
|
PROGRAM
PEMBELAJARAN
1. Bab I :
VERB “BE” TECHNICAL TERM
2. Sasaran
Pelajaran : Selesai pelajaran ini para siswa
Diktukba Artileri diharapkan mengerti tentang :
a.
To be
b.
Macam-macam To be
c.
Penggunaan To be
3. Waktu
Pembahasan
a. Teori : 3 Jam Pelajaran
b. Praktek : 1 Jam Pelajaran
4. Tempat
Pelajaran : Kelas
Kodikmar / Pusdik Artileri.
5. Penugasan
Siswa : Membaca
dan mempelajari materi pelajaran bab 1 dan membuat ringkasan.
BAB I
” VERB “BE” TECHNICAL TERM “
a. To be sebagai Linking Verb
Linking verb merupakan kata kerja yang menghubungkan
subject dengan informasi atau deskripsinya (subject complement). Informasi atau
deskripsi subject tersebut dapat berupa kata benda (noun), kata sifat
(adjective), atau kata keterangan (berupa adverb atau prepositional phrase).
Di
dalam bahasa Inggris, yang biasa digunakan
sebagai kata kerja penghubung (linking verb to be),
yaitu:
1.
Present (Sekarang) : am,
is, are
a. Kalimat Positif
Contoh :
a. She is jealous. (dia cemburu)
b. We are fed up. (kami kesal/bosan)
c. They are nervous. (mereka gugup)
d. I am a teacher. (saya seorang guru)
e. You are healthy. (kamu sehat)
f. Are you healthy? (apakah kamu sehat?)
b. kalimat negatif,
berilah not setelah to be :
a. She is not jealous. (dia tidak cemburu)
b. We are not fed up. (kami tidak kesal/bosan)
c. They are not nervous. (mereka tidak gugup)
d. I am not a teacher. (saya bukan seorang guru)
e. You are not healthy. (kamu tidak sehat)
2. Past (Lampau) : was, were
a. Kalimat Positif
Contoh :
a. He was conscious. (dia sadar)
b. We were ill. (kami sakit)
c. He was nervous. (dia gugup)
d. We were late. (kami terlambat)
b. Kalimat negatif,
berilah not setelah to be lampau (past) :
a. He was not conscious. (dia tidak sadar)
b. We were not ill. (kami tidak sakit)
c. He wasn’t nervous. (dia tidak gugup)
d. We weren’t late. (kami tidak terlambat)
3. BE digunakan untuk memberi keterangan mengenai benda
atau orang.
- NOUN + AM/ARE/IS + ADJECTIVE
Contoh :
a. You are jealous. (kamu cemburu)
b. He is doubtful about his chances. (dia ragu-ragu akan
kesempatannya)
c. They were honest in their intentions. (mereka
sungguh-sungguh dalam niatnya)
Kata jealous, doubtful, honest adalah adjective (kata
sifat).
- NOUN + AM/ ARE/ IS + NOUN
Contoh :
a. He is a journalist. (dia seorang wartawan)
b. She is a mid-wife. (dia seorang bidan)
c. I am a soldier. (saya seorang prajurit)
d. That car is a kijang. (mobil itu adalah merek kijang)
b. To be sebagai
auxallary Verb
Auxiliary verb merupakan
kata kerja yang muncul sebelum main verb (kata kerja utama) untuk memodifikasi
makna kata kerja utama tersebut. Auxiliary terbagi menjadi: primary auxiliary
(be, do, have) dan modal (can, could, may, might, will, would, shall, should,
must, ought to). Sebagai auxiliary, verb to be digunakan bersama present
participle untuk membentuk progressive form. Selain itu, verb to be juga dapat
digunakan bersama past participle utk membentuk passive form. Verb to be juga
dapat dikombinasikan dengan primary auxiliary lain (do, have) maupun modal.
1. Primary auxiliary (be, do, have)Verb
- Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Be”
Penggunaan be sebagai
primary auxiliary verb ini sangat banyak, hampir semua tenses bisa
menggunakannya. Jika anda mencoba melihat rumus tenses, dan disitu terdapat
penggunaan be, maka disitulah be dapat digunakan. Tapi ingat, be ini hanya
dianggap sebagai primary auxiliary verb jika terdapat kata kerja utamanya, jika
tidak ada maka akan dianggap sebagai kata kerja utama seperti yang sudah saya
jelaskan diatas.
Be ini bisa digunakan
untuk membentuk beberapa tenses, seperti present continuous, past countinuous,
dan future continuous. Dapat pula dikombinasikan dengan have untuk membentuk
present perfect continuous, past perfect continuous, dan future perfect
continuous. Selain itu, be juga dapat digunakan untuk membentuk passive voice.
Contoh:
We are discussing a
problem at the moment. (present continuous tense)
He was attending a
party. (past continuous tense)
We will be studying
English here tomorrow. (future continuous tense)
I have been learning
English since 2005. (present perfect continuous tense)
Dani had been working in
that company for twenty years. (past perfect continuous tense)
I will have been
teaching here for fifteen years this year. (future perfect continuous tense)
Budi is hit by Agung.
(passive voice)
I am called by Resti
every day (passive voice)
Baca juga: Materi
passive voice.
Penggunaan Primary
Auxiliary Verb “Have”
Selain bisa
dikombinasikan dengan be untuk membentuk perfect continuous tense, have juga
bisa digunakan untuk membentuk perfect tense, baik present, past, maupun
future. Selain itu, have juga dapat digunakan untuk membentuk passive voice.
Contoh:
I have lived in
Yogyakarta since 2006. (present perfect)
She had finished her
homework. (past perfect)
The mechanic will have
checked the car before I drive it. (future perfect)
A book has been brought
by Feri. (passive voice)
Much money had been
stolen by a thief. (passive voice)
- Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Do”
Penggunaan do ada banyak, biasanya do digunakan untuk
membentuk perfect tense, question tag, kalimat Tanya dan kalimat negative pada
simple tense.
Contoh:
You don't remember my
name, do you? (question tag)
She read this book,
didn't she? (question tag)
Do they write a letter?
(kalimat Tanya/interogatif)
Did he love me? (kalimat
Tanya/interogatif)
What does he want from
me? (kalimat Tanya/interogatif)
I do not study. (kalimat
negatif)
He does not study.
(kalimat negatif)
She did not study last
night. (kalimat negatif)
2. Modal Auxiliary Verbs
Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kalimat Modal Auxiliary
Verbs – Istilah modal auxiliary verb atau sering juga disebut dengan istilah
secondary auxiliary verb merupakan salah satu type verb (kata kerja) yang
sangat sering digunakan dalam komunikasi bahasa inggris. Kata kerja yang
termasuk dalam jenis ini ada banyak, anda pun saya yakin juga sudah pernah mendengar
atau menggunakannya karena kata kerja ini sudah umum sekali, hanya saja mungkin
anda tidak mengetahuinya bahwa apa yang anda gunakan tersebut sebenarnya
merupakan kata kerja yang disebut dengan modal auxiliary verb. Tak masalah jika
anda belum mengetahuinya, setelah anda menyimak pembahasan ini sampai selesai
anda nantinya juga akan mengetahuinya kok.
Dalam materi kali ini, kita akan fokus membahas mengenai
pengertian, fungsi, dan contoh kalimat modal auxiliary verbs. Berikut
pembahasannya:
Pengertian Modal Auxiliary Verbs
Pada dasarnya yang dimaksud dengan modal auxiliary verb
adalah kata kerja bantu yang memiliki arti sendiri dan akan melengkapi makna
dari kata kerja utama (ordinary verb), sehingga kata kerja jenis ini akan
membantu dalam memperkuat penjelasan yang terkandung di dalam kata kerja utama.
Untuk membantu dalam penjelasan tersebut, modal auxiliary verb selalu
diletakkan sebelum kata kerja utamanya, walaupun tidak selalu tepat dibelakang
kata kerja utama namun letaknya selalu dibelakang (sebelumnya).
Kata kerja yang termasuk dalam modal auxiliary verbs ini
jumlahnya banyak dengan berbagai fungsi yang berbeda-beda, diantaranya adalah
will, shall, would, should, ought to, can, could, must, may, might, dan had
better. Kata kerja tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda, ada yang
berfungsi untuk menjelaskan kemampuan, kemauan, kebutuhan, permintaan izin atau
pun kemungkinan, dibawah ini penjelasan lengkapnya.
Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kalimat Modal Auxiliary
Verbs
Fungsi
Modal Auxiliary Verbs
a. Can
Can dapat digunakan untuk membantu dalam menyatakan
sebuah kemampuan. I can give you
some money. (Saya bisa/dapat memberimu sejumlah uang.)
Can juga dapat digunakan untuk membantu dalam menyatakan
sebuah permintaan izin atau permohonan. Can
I kiss you? (Bolehkah saya menciummu?)
Contoh : Can you give me
some money? (Bisakah kau memberiku sejumlah uang?)
b. Could
Could pada dasarnya memiliki fungsi seperti halnya can,
tapi could digunakan untuk membantu menyatakan kemampuan dimasa lalu. You could do it if you tried. (Kamu bisa
melakukannya jika kamu mencobanya)
Could dapat juga digunakan untuk meminta izin atau
permohonan untuk masa lalu dan masa depan.
Contoh ; Could I use your phone? (Bolehkah saya
menggunakan HP kamu?)
c. May
Modal auxiliary verb yang satu ini dapat digunakan untuk
menyatakan seuatu kemungkinan, baik dimasa sekarang maupun di masa yang akan
datang. It may rain this
afternoon (Mungkin hujan sore/siang ini.)
Contoh : The rope may
break. (Talinya mungkin putus.)
May ini juga bisa digunakan untuk meminta izin seperti
halnya can, tapi penggunaan could akan terlihat lebih sopan daripada can. May I take a swim? (Bolehkah saya berenang)
Contoh : May I use your
phone? (Bolehkah saya menggunakan HP kamu?)
d. Might
Might juga dapat digunakan
untuk menyatakan suatu kemungkinan dimasa sekarang maupun di masa mendatang.
Bedanya dengan may, might digunakan ketika sebuah kemungkinan tersebut sulit
untuk terjadi/kemungkinan untuk terjadi kecil/suatu hal yang sangat tidak
pasti. – untuk menentukan kemungkinan yang mudah terjadi dan kemungkinan yang
sulit terjadi, itu tergantung dengan persepsi anda masing-masing. They might have arrived now. (Mereka
mungkin telah tiba sekarang.)
Contoh : I might see you
tomorrow. (Saya mungkin menjengukmu besok.)
Might dapat digunakan untuk mengganti penggunaan could
karena might terlihat lebih sopan. Might
I ask you a question? (Boleh saya bertanya?)
Contoh : Might I just
interrupt for a moment? (Boleh saya menggangu sebentar?)
e. Will
Will dapat anda gunakan
untuk menyatakan sebuah kemauan, permintaan, sesuatu yang akan datang, atau pun
suatu prediksi. I will help you.
(Saya akan menolongmu)
Contoh : - I will buy that book. (Saya akan membeli
buku itu.)
- You will regret it when you are older (Kau akan menyesalinya
ketika kamu tua.)
- Will you stop here, please! (Akankah/maukah kau
berhenti disini, tolong!
f. Would
Penggunaan would sama dengan penggunaan will, hanya saja
would terlihat lebih sopan. Selain itu, would juga dapat digunakan untuk
menyatakan sebuah kemungkinan serta tindakan yang ingin dilakukan dimasa yang
lalu.
Contoh : - I said I would help you.
(Saya bilang saya akan membantu anda.)
- He told me he would be here before 8:00. (Dia bilang
padalu dia akan berada disini sebelum jam 8.)
- If I were president, I would cut the cost of education.
(Jika saya presiden, saya akan memotong biaya pendidikan.
g. Shall
Penggunaan shall sama
persis dengan will, namun shall hanya bisa digunakan untuk subjek I dan We
saja, subjek lainnya seperti he, she, they, you, it dan lain-lain tidak bisa
menggunakannya.
Contoh : - I shall be
there by 8:00. (Saya akan disana jam 8.)
- I shall never
forget you. (Saya tidak akan pernah melupakanmu.)
- Shall we move into the
living room? (Haruskah kita pindah ke ruang tamu?)
h. Should
Should digunakan untuk
memberikan rekomendasi, nasehat dan saran.
Contoh ; - People with
high cholesterol should eat low-fat foods. (Orang dengan kolesterol tinggi
harus makan makanan rendah lemak.)
- You should return the video before the video rental
store closes (Kau harus mengembalikan videonya sebelum tokonya tutup.)
i. Must
Must biasa digunakan
untuk menyatakan sebuah kewajiban, larangan, atau pun suatu kebutuhan.
Contoh : - Budi, you
must not play in the street! (Budi, kamu tidak boleh bermain dijalanan!)
- Students must pass an entrance examination to study at
this school. (Para siswa harus lulus ujian masuk untuk belajar di sekolah ini.)
j. Ought to
Ought to dapat anda
gunakan untuk menyatakan kemungkinan atau asumsi, memberi saran dan nasehat.
Contoh : - This stock
ought to increase in value. (Saham ini mungkin akan meningkat nilainya.)
- She ought to have
received the package yesterday. (Dia seharusnya sudah menerima paketnya
kemarin.)
k. Had better
Had better seringkali digunakan untuk memberikan nasehat
yang penting, artinya jika sebuah nasehat diacuhkan maka sesuatu hal akan menjadi
gawat.
Contoh : - You had
better watch the way you talk to me in the future! (Anda sebaiknya melihat cara
Anda berbicara dengan saya di masa depan!)
c. To be sbg Yes No
Question
Yes-No questions adalah sebuah pertanyaan singkat yang
hanya membutuhkan jawaban yes (ya) dan no (tidak).
Sebuah pertanyaan ya-tidak (yes-no questions) harus
menempatkan auxiliary sebelum subject. Bagaimana cara membuat yes/no questions?
Membuat
Yes-No Questions
Perhatikan pola dibawah ini untuk membuat yes-no
questions.
Auxiliary
be
do, does, did +
subject + verb/noun/adj/adv ... ?
Is your father
a teacher?
Are you busy?
Do you like
English?
Does she read a
book?
Did they learn
English?
Kita dapat membuat yes-no questions dari sebuah
pernyataan (statement). Kita lihat contoh berikut:
Pernyataan (Statement) Pertanyaan
(Question)
(Yes/No Questions)
Your mother is a nurse. Is your mother a nurse?
Lina is learning English. Is Lina learning
English?
You are sleepy. Are you
sleepy?
You are listening to music. Are
you listening to music?
Mirna was sick yesterday. Was Mirna sick
yesterday?
Yudy brings some pencils. Does Yudy bring some
pencils?
The students visited
Bali last semester. Did the students
visit Bali last semester?
Menjawab Yes-No Questions
Yes-No questions hanya membutuhkan jawaban yes/no. Kita
lihat contoh jawaban dari yes/no questions berikut:
Pertanyaan(Yes/No
Questions) Jawaban(Answers)
Is your mother a nurse? Yes, she is./ No, she
isn't.
Is Rudi learning English? Yes, he is./ No, he
isn't.
Are you sleepy? Yes, I am./
No, I am not.
Are you listening to music? Yes,
I am./ No, I am not.
Was Mirna sick yesterday? Yes, she was./ No, she
wasn't.
Does Yudy bring some pencils? Yes, he does./
No, he doesn't.
Did the students visit Bali last semester? Yes, they did./ No, they didn't.
Untuk jawaban ‘No’, biasanya kita menyingkat kata ‘not‘.
Contohnya: is not → isn’t, are not → aren’t, do not → don’t.
d.
To be sbg Question Tag
Pengertian, Fungsi dan Contoh Question Tags (Pertanyaan
Penegas)
Pengertian Question Tags (Pertanyaan Penegas)
Question Tags (Pertanyaan Tegas) adalah suatu
pertanyaan pendek di akhir kalimat
pernyataan yang berfungsi untuk mempertegas pernyataan yang bersangkutan.
Fungsi Question Tags (Pertanyaan Penegas)
Pada umumnya Question Tags berfungsi untuk meminta
penegasan dari pendengar tentang sesuatu yang belum begitu meyakinkan pembicara
atau dapat dikatakan untuk meminta persetujuan dari pendengar atas pernyataan
yang diucapakan.
Contoh:
He is a doctor, isn’t he? (Artinya: Dia seorang dokter,
bukan ?)
He is a doctor (dia seorang dokter ) merupakan kalimat
pernyataan (Statement) yang diajukan, sedangkan isn’t he? (bukan) merupakan
pertanyaan tegasnya (Question Tags).
CATATAN
Question
Tags (Pertanyaan Tegas ) dibentuk dari to be, modal auxiliaries, dan Auxiliary
Verb lainnya (is, am, are, does, do, did, can, have, may, must, will, shall,
etc) yang dikombinasikan dengan Personal Pronoun (Kata Ganti Orang) yaitu I,
we, you, they, he, she, it.
Cara Membuat dan Contoh Question Tags
Ada beberapa aturan yang
harus diperhatikan pada saat membentuk Question Tags (Pertanyaan Tegas), yaitu:
Apabila Pernyataannya (Statement) merupakan Kalimat
Positif (+), maka pertanyaan tegasnya Negatif (-), contohnya:
He is a doctor, isn’t he? (Artinya: Dia seorang dokter,
bukan ?)
Sebaliknya apabila Pernyataannya (Statement) merupakan
Kalimat Negatif (-), maka pertanyaan penegasnya Positif (+), contohnya:
You are not happy, are you? (Artinya: Kamu tidak senang,
bukan?)
Mary isn’t here, is she? (Artinya: Mary tidak disini,
bukan/kan?)
Subject dalam Pertanyaan Penegasnya (Tag)-nya harus
selalu berbentuk Personal Pronouns (Kata Ganti Orang/Orang), contohnya:
George goes to school by bicycle, doesn’t he?
(Artinya: George pergi ke sekolah naik sepeda, bukan?)
You Like Tea, don’t you?
(Artinya: Kamu suka teh, bukan?)
Apabila dalam kalimat pernyataan menggunakan To Be (Kata Kerja Bantu To Be ) yaitu is, am, are, was, were, maka to
be tersebut harus diulang dalam Pertanyaan Penegas (Tag) dengan bentuk yang
berlawanan, contohnya:
You are not a policeman, are you? (Artinya: Kamu bukan
polisi, bukan/kan?)
*sama seperti contoh cara membentuk question tag nomor 1
& 2 di atas.
PERKECUALIAN:
Apabila dalam kalimat pernyataan positif terdapat to be
“am” yang berpasangan dengan subyek I (I am), maka dalam pertanyaan penegas to
be harus diganti dengan “are”,
contohnya:
I am a student, aren’t I? (Artinya: Saya seorang pelajar,
bukan?)
Sedangkan apabila kalimat yang menggunakan subyek “I am”
berbentuk negatif, maka dalam pertanyaan penegasnya, to be, “am” tidak
mengalami perubahan, contohnya:
I am not a servant, am I? (Artinya: Saya bukan pelayan,
bukan?)
Apabila dalam kalimat pernyataaan menggunakan Kata Kerja
Bantu (Auxiliary Verb) yaitu can, may, should, would, will, shall, has, had,
selain to be, maka Kata Kerja Bantu tersebut harus diulang di dalam Pertanyaan
Penegasnya (Tag) dengan bentuk yang berlawanan, contohnya:
She will invite us, won’t she? (Artinya: Dia akan
mengundang kita, bukan ?)
Apabila dalam kalimat pernyataanya tidak menggunakan Kata
Kerja Bantu (Auxiliary Verb) atau hanya berupa Kata Kerja (Verb), maka dalam
pertanyaan penegasnya (Tag) harus menggunakan do, does, atau did (tergantung
Tenses yang digunakan), contohnya:
Patricia looks pale, doesn’t she? (Artinya: Patricia
kelihatan pucat, bukan?)
Sedangkan untuk kalimat perintah atau ajakan, maka
Pertanyaan Penegas (Question Tag) dibentuk dengan menggunakan “will you” dan
“shall we”, contohnya:
Stop the noise, will you?
Ada beberapa kalimat positif yang di anggap sebagai
Kalimat Negatif apabila kalimat pernyataan positif tersebut diikuti oleh
kata-kata berikut ini:
never: tidak pernah
seldom: jarang
rarely: jarang
hardly: hampir tidak
few/little: sedikit
Nothing: tidak ada
Karena kalimat pernyataanya bersifat negative, maka
Pertanyaan Penegasnya (Tag)-nya harus positif, contohnya:
He has never gone to Jakarta, has he?
(Artinya: Dia belum pernah pergi ke Jakarta, bukan?)
She seldom comes late, does she?
(Dia jarang datang terlambat, bukan?)
Pertanyaan penegas juga memerlukan jawaban untuk
meyakinkan atas kebenaran pernyataan yang diajukan. Untuk memperoleh jawaban yang positif atau
yes ,…., maka kalimat pernyataanya harus positif, contohnya:
She is a doctor, isn’t she?
(Artinya: Dia seorang dokter, bukan?)
Jawaban: Yes, She is. (Iya)
Sedangkan jika ingin mendapatkan jawaban negatif atau no
,…, maka kalimat pernyataanya harus negatif, contohnya:
He doesn’t like swimming, does he?
(Artinya: Dia tidak suka berenang, bukan?)
Jawaban: No, He doesn’t. (Tidak)
Cara Pengucapan Question Tags
Dengan intonasi meninggi jika si pembicara benar-benar
ingin memastikan atau menegaskan bahwa informasi, ide, dan keyakinannya benar.
Contoh: Samuel lives in an apartment, doesn’t he ?
Dengan intonasi merendah jika si pembicara sedang
mengekspresikan ide dengan sesuatu yang hampir pasti si pendengar akan setuju.
PROGRAM PEMBELAJARAN
1. Bab II :
ACTION
VERB TECHNICAL TERM
2. Sasaran
Pelajaran : Selesai pelajaran ini para siswa
Diktukba Artileri diharapkan mengerti tentang :
a.
“Verb” kata kerja secara umum
b.
Penggunaan “Verb” dalam Tenses
c.
Penggunaan Kata Kerja Aksi ( Action Verb ) dan contoh
3. Waktu
Pembahasan
a. Teori : 2 Jam Pelajaran
b. Praktek : 2 Jam Pelajaran
4. Tempat
Pelajaran : Kelas
Kodikmar / Pusdik Artileri.
5. Penugasan
Siswa : Membaca
dan mempelajari materi pelajaran bab 2 dan membuat ringkasan.
BAB II
ACTION VERB TECHNICAL TERM
a. Pengertian umum “ Verb”
Kata kerja adalah bagian yang sangat penting dalam
membuat kalimat dalam bahasa Inggris. Kata kerja pasti juga dapat kita temukan
pada predikat sebuah kalimat. Bahkan hebatnya lagi, kita bisa ‘membuat‘ sebuah
kalimat hanya dengan menggunakan sebuah kata kerja. Contoh:
Stop!
Satu kata kerja diatas sudah dapat mewakili sebuah
kalimat dalam bahasa Inggris. Nah, hal ini sangat berbeda dengan ‘part of
speech lainnya. Kita tidak dapat membuat sebuah kalimat hanya dengan
menggunakan sebuah noun, adjective, ataupun adverb.
b. “ Verb Tenses” ( Penggunaan “Verb” dalam Tenses )
Pertama-tama. dalam
mempelajari tenses kita harus sadar bahwa tenses itu adalah mengenai waktu
dalam kaitannya dengan bahasa, dan pemahaman kita orang Indonesia terhadap
waktu itu berbeda dengan orang Inggris. Bahasa Indonesia tidak memiliki tenses
sama sekali, sementara bagi orang-orang di Inggris sana, jika waktunya berbeda,
maka struktur kalimat dan penggunaan kata kerjanya pun akan berbeda, dan inilah
yang dinamakan tenses.
Kedua, jika kita membicarakan tenses, maka ada dua hal
yang harus dipelajari:
1.
tense kata kerja (verb
tense)
a. kata dasar (infinitive atau base form)
b. bentuk lampau (past)
c. bentuk perfect.
Contoh:
eat (kata dasar), ate (bentuk lampau), eaten (bentuk
perfect).
Sementara itu, dari segi pola perubahan katanya, terdapat
dua pola perubahan yang beraturan (regular)
dan yang tidak beraturan (irregular).
Mengapa disebut beraturan dan mengapa pula disebut tidak
beraturan?
Disebut beraturan (regular) adalah karena pola
perubahannya (inflection pattern) seragam, yaitu dengan menambahkan “-ed” pada
akhir kata untuk bentuk lampau dan bentuk perfect. Kata-kata kerja ini hampir
semuanya adalah kata-kata baru yang diciptakan pada zaman bahasa Inggris
modern.
Contoh:
walk, walked, walked.
Disebut kata kerja tidak beraturan (irregular) adalah
karena kata-kata kerja yang seperti ini tidak memiliki pola perubahan
(inflection pattern) yang pasti dan terkesan acak. Kata-kata kerja ini adalah
kata-kata kerja bawaan dari zaman bahasa Inggris kuno dan bahasa Inggris
menengah. Untunglah tidak banyak kata-kata kerja tidak beraturan dalam bahasa
Inggris, oleh karena itu tidak sulit untuk dihapalkan karena memang harus
dihapalkan.
Contoh:
sing, sang sung
draw, drew drawn
think, thought, thoughtahan, yaitu:
2.
Tense kalimat (sentence
tense)
Seperti yang sudah saya
tulis di atas, selain tense kata kerja, terdapat juga tensekalimat yang masih
berkaitan dengan tense kata kerja. Ada dua aspek tense kalimat yang harus
dipelajari, yaitu:
a. aspek struktur kalimat (bagaimana cara menyusun kalimat)
b. aspek penggunaan kalimat (kapan harus dipakai).
Dari aspek struktur, kalimat bahasa Inggris dibagi
menjadi empat tense, yaitu:
1. bentuk sederhana (simple)
2. bentuk berkelanjutan (continuous)
3. bentuk perfect
4. bentuk perfect yang berkelanjutan (perfect continuous)
dan dibagi menjadi
dua zona waktu, yaitu :
1. masa kini
(present)
2. masa lampau (past)
Perlu dijelaskan di sini
bahwa dalam pelajaran grammar termutakhir, bahasa Inggris tidak memiliki
struktur khusus untuk zona waktu masa depan (future). Hal ini akan saya
jelaskan di artikel lain yang membahas mengenai kalimat-kalimat modal.
Struktur kalimat
Yang harus diperhatikan adalah bahwa stuktur kalimat
untuk zona waktu masa kini dan zona waktu masa lalu tidak berbeda. Yang berbeda
hanyalah penggunaan bentuk kata kerjanya. Untuk zona waktu masa kini
menggunakan kata kerja dasar, sementara untuk zona waktu masa lalu menggunakan
kata kerja bentuk lampau. Kecuali untuk struktur kalimat bentuk sederhana
(simple), yang berubah hanyalah kata kerja pendukungnya (auxiliary verb), bukan
kata kerja utamanya (main verb).
1. Bentuk sederhana (simple)
Struktur: hanya menggunakan kata kerja utama (main verb)
tanpa kata kerja pendukung (auxiliary verb).
Contoh :
- I work at a trading company (untuk zona waktu masa kini
menggunakan kata kerja dasar).
- I worked at a trading company (untuk zona waktu masa
lampau menggunakan kata kerja bentuk lampau).
Jika subjeknya orang ketiga tunggal:
- He works at a trading company (untuk zona waktu masa
kini menggunakan kata kerja dasar berakhiran -s/-es).
- He worked at a trading company (untuk zona waktu masa
lalu menggunakan kata kerja bentuk lampau).
2. Bentuk berkelanjutan (continuous)
Struktur: verb to be + kata kerja dasar berakhiran -ing
(dalam hal ini, verb to beberfungsi sebagai kata kerja pendukung atau auxiliary verb)
Contoh ;
- I am working at a trading company (untuk zona waktu
masa kini menggunakan verb to be bentuk dasar).
- I was working at a trading company (untuk zona waktu
masa lalu menggunakan verb to be bentuk lampau).
Verb to be bentuk dasar:
is (untuk subjek orang ketiga tunggal)
am (untuk subjek orang pertama tunggal)
are (untuk subjek lainnya)
Verb to be bentuk lampau:
was (untuk subjek tunggal)
were (untuk subjek jamak)
3. Bentuk perfect
Struktur: verb to have + kata kerja bentuk perfect (dalam
hal ini, verb to have berfungsi sebagai kata kerja pendukung atau auxiliary verb)
I have eaten the cake (untuk zona waktu masa kini
menggunakan verb to have bentuk dasar).
I had eaten the cake (untuk zona waktu masa lalu
menggunakan verb to have bentuk lampau).
Verb to have bentuk dasar:
have (untuk semua subjek kecuali orang ketiga tunggal)
has (untuk subjek orang ketiga tunggal)
Verb to have bentuk lampau:
had (untuk semua subjek)
4. Bentuk perfect yang berkelanjutan (perfect continuous)
Struktur: verb to have + been + kata kerja dasar
berakhiran -ing (dalam hal ini, verb to have dan been berfungsi sebagai kata
kerja pendukung atau auxiliary verb)
I have been studying for two hours (untuk zona waktu masa
kini menggunakan verb to have bentuk dasar).
I had been studying for two hours (untuk zona waktu masa
lalu menggunakan verb to have bentuk lampau).
Verb to have bentuk dasar:
have (untuk semua subjek kecuali orang ketiga tunggal)
has (untuk subjek orang ketiga tunggal)
Verb to have bentuk lampau:
had (untuk semua subjek)
Penggunaan secara mendetail untuk masing-masing tense:
1. Bentuk sederhana (simple)
Struktur simple digunakan untuk kalimat-kalimat yang
tidak menggambarkan peristiwa yang waktunya tertentu, atau kalimat-kalimat yang
bersifat umum (general), atau kalimat-kalimat yang menggambarkan hal-hal
sehari-hari atau alamiah. Dengan kata lain, jika suatu kalimat tidak dapat
disusun menggunakan struktur tense lainnya (continues, perfect, perfect
continues), maka gunakanlah bentuk simple.
Contoh:
I am Amir
I am a teacher
I live in kemang
He is handsome
She is a musician
The government applies new rules
The students go to school by bus
The sun rises in the east
2. Bentuk berkelanjutan (continues)
Jika suatu peristiwa sedang berlangsung gunakanlah bentuk
continues.
Contoh:
I am working
Vivi is having a bath
They are playing football
The dog is barking
3. Bentuk perfect
Bentuk perfect digunakan untuk sesuatu yang sudah terjadi
atau baru saja terjadi. Penggunaannya mirip dengan penggunaan kalimat zona
waktu masa lampau, namun secara umum kalimat-kalimat dengan zona waktu masa
lampau disertai dengan keterangan waktu yang spesifik, sementara
kalimat-kalimat perfect tidak disertai keterangan waktu yang spesifik. Dengan
kata lain, penggunaan kalimat dengan zona waktu masa lampau bentuk simple dapat
digantikan oleh kalimat dengan zona waktu masa kini bentuk perfect.
Contoh:
I have gone to his house (bentuk perfect)
I went to his house yesterday (zona waktu masa lampau
bentuk sederhana)
4. Bentuk perfect yang berkelanjutan (perfect continuous)
Secara spesifik, penggunaan bentuk perfect continuous
sedikit berbeda dengan penggunaan bentuk perfect. Tetapi pada belakangan ini,
penggunaan kedua bentuk kalimat itu dapat saling menggantikan, walaupun tidak
untuk semua kasus.
Contoh:
I have been living in this house since two years ago
(perfect continuous)
I have lived in this house since two years ago (perfect)
Secara spesifik, makna kalimat ini sedikit berbeda; di
mana kalimat pertama berarti bahwa saya sudah tinggal di rumah ini sejak dua
tahun lalu tetapi saya masih tetap tinggal di sini besok, lusa, dan seterusnya;
sementara kalimat kedua berarti saya sudah tinggal di sini selama dua tahun dan
tidak lagi tinggal di sini (mungkin akan pindah).
Tetapi, sekarang perbedaan makna kedua kalimat ini sudah
semakin kabur dan tidak jelas, sehingga makna kedua kalimat ini bisa saja sama.
Singkat kata, kedua kalimat ini berarti saya sudah tinggal di rumah ini sejak
dua tahun lalu.
5. Catatan khusus
Penggunaan tense untuk zona waktu masa kini dan zona
waktu masa lalu sama saja. Yang harus diingat adalah bahwa zona waktu masa lalu
hanya digunakan jika kita menceritakan kembali suatu peristiwa. Contohnya: jika
kita menuliskan suatu peristiwa dalam buku atau artikel, atau jika kita
menceritakan suatu peristiwa kepada seseorang maka kalimat-kalimat yang
digunakan harus menggunakan zona waktu lampau. Jadi, selain untuk menceritakan
kembali suatu peristiwa, hampir dapat dipastikan kita akan selalu menggunakan
kalimat-kalimat dalam zona waktu masa kini.
Contoh keadaan:
Amir sedang makan ketika Tini mengetuk pintu rumahnya.
Pada saat kejadian ini sedang terjadi, kalimatnya adalah:
Amir is having a meal. Tini is knocking on the door of
Amir’s house.
Ketika peristiwa ini diceritakan ulang, maka seluruh
kalimatnya akan menggunakan zona waktu masa lampau. Kalimatnya adalah:
Amir was having a meal when Tini knocked on his door.
h.
“ Action Verb”
Salah satu fungsi dari kata kerja adalah untuk
menerangkan apa yang dilakukan oleh si subjek. Nah, kata kerja yang menerangkan
apa yang dilakukan oleh subjek inilah yang biasa kita kenal dengan istilah
‘Action Verbs’.
Sesuai dengan namanaya, action verbs adalah bentuk kata
kerja yang menggambarkan sebuah kegiatan atau aksi yang dapat kita dengan dan
lihat. Kata kerja jenis ini memang paling umum digunakan dalam bahasa Inggris.
Jenis dan Contoh Action Verbs dalam Bahasa Inggris
Nah, setelah sahabat mengetahui pengertian dari action
verb, maka sahabat juga harus mengetahui jenisnya. Berikut ini adalah jenis
dari action verb tersebut!
1. Action
Verb yang menunjukkan ‘Activity’
Contoh kata kerjanya: eat, listen, play, walk, work
Salah satu contoh kalimatnya: “Andrew plays futsal every
Saturday night.”
2. Action
Verb yang menunjukkan ‘Process’
Contoh kata kerjanya: change, grow, melt, shorten, widen
Salah satu contoh kalimatnya: “The new company is growing
fast.”
*Boleh diubah ke bentuk progressive/continuous.
3. Action
Verb yang menunjukkan ‘Momentary actions’
Contoh kata kerjanya: hit, jump, knock
Salah satu contoh kalimatnya: “The athlete jumps when the
referee blows the whistle.”
Action Verbs List Yang Biasa Digunakan
1. Arrive —->
Tiba
2. Ask
—-> Bertanya
3. Call
—-> Memanggil
4. Change
—-> Merubah
5. Cook
—-> Memasak
6. Dance
—-> Menari
7. Eat
—-> Makan
8. Fall
—-> Jatuh
9. Go —->
Pergi
10. Grow
—-> Tumbuh
11. Help
—-> Menolong
12. Hit —->
Memukul
13. Hurt
—-> Menyakiti
14. Kick
—-> Menendang
15. Knock
—-> Mengtuk
16. Leave
—-> Meninggalkan
17. Melt
—-> Mencair
18. Read
—-> Membaca
19. Say —->
Mengatakan
20. Shrink
—-> Menyusut
21. Sing
—-> Bernyanyi
22. Speak
—-> Berbicara
23. Talk
—-> Mneyampaikan
24. Throw
—-> Melemparkan
25. Travel
—-> Bepergian
26. Watch
—-> Menonton
Contoh Kalimat Action Verbs Beserta Maknanya
1. Andika
and his brother talk at inappropriate times. [Talking is something Andika and
his brother can do.]
2. Dewi
reached for her umbrella because it was starting to rain outside. [Reaching is
something Mrs. Dewi can do] *apalagi kalo si Bu Dewi nya ga mau basah
kuyup
3. Gonzales
watched the pretty birds building a nest. [Watching is something that Mrs.
Gonzales can do.]
Contoh kalimat lainnya:
Advertisement
1. Do you
think it will rain today?
2. I believe
in fairies and unicorns.
3. Ian reads
a chapter in his book each night.
4. Jan wants
a horse for her birthday.
5. Please
call your mom.
6. Sam and
Eric ride the bus to school each morning.
7. The
chicken strutted across the road.
8. Will you
help me with my homework?
________________________________________
Tips and Trick
________________________________________
Apabila sahabat kebingungan menentukan apakah sebuah kata
kerja termasuk ke action or stative verb, maka coba sahabat tanyakan, apakah
‘VERB’ tersebut dapat dilakukan oleh si Subjek kalimatnya. Bingung? Coba lihat
contoh berikut ini:
After sunset, John worked at his room.
Dari kalimat diatas, kata kerja nya adalah WORKED. Coba
tanya, apakah ‘work’ adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh JOHN? Ya, tentu
saja. Nah, jadi sudah jelas, bahwa kata ‘WORKED’ adalah merupakan kata kerja
aksi (action verb).
Action verb juga mempunyai bentuk present, past, dan
future. Contoh:
• Ronaldo
runs faster than Messi. (Present)
• Ronaldo
ran through the stadium. (Past)
• Ronaldo
will run faster at the final match. (Future)
References: softschools.com, k12reader.com,
talkenglish.com
PROGRAM
PEMBELAJARAN
1. Bab III :
QUESTION
WORDS TECHNICAL TERM
2. Sasaran
Pelajaran : Selesai pelajaran ini para siswa
Diktukba Artileri diharapkan mengerti tentang :
a.
Kata Tanya “ Question Words”
b. Jenis – jenis “ Question Words” dan penggunaan dalam
Kalimat Tanya
c. Penggunaan““
Question Words” dan Fungsi lainya
3. Waktu
Pembahasan
a. Teori : 2 Jam
Pelajaran
b. Praktek : 2 Jam
Pelajaran
4. Tempat
Pelajaran : Kelas
Kodikmar / Pusdik Artileri.
5. Penugasan
Siswa : Membaca
dan mempelajari materi pelajaran bab 3 dan membuat ringkasan.
BAB
III
QUESTION
WORDS TECHNICAL TERM
a.
Pengertian umum “ Question Words”
Pengertian Question
Words, Rumus dan Contoh Kalimatnya Lengkap – Question words sangat sering
digunakan dalam berkomunikasi bahasa inggris, question word sering digunakan
untuk mengajukan sebuah pertanyaan, membentuk adjective clause, dan bisa juga
untuk membentuk noun clause, karena memang itulah fungsi dari question words.
Ada banyak sekali question words, misalnya what, when, where, why, how, how
long, how far, how fast, dan sebagainya. Dan seperti yang anda ketahui, setiap
question words tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda-beda.
Pengertian Question Words
Seperti yang sudah saya singgung di atas, question words
merupakan kata yang digunakan untuk menanyakan sesuatu, baik waktu, tempat,
alasan, cara, orang, benda, dan sebagainya. Selain itu, question words juga
dapat digunakan untuk membentuk adjective clause dan noun clause.
Untuk mengajukan pertanyaan dengan menggunakan question
words, anda dapat melakukannya dengan susunan kata sebagai berikut:
Subject
question = Who/what + Verb
Non
subject question = Question Word + Auxiliary verb + Subject + Ordinary Verb
Subject question artinya untuk menanyakan subject,
sedangkan non subject question untuk menanyakan selain subject, bisa objek,
verb, ataupun adverb. Jika ada pertanyaan seperti ini “tadi siang kamu ke mana”
maka menanyakan adverb (keterangan tempat). Berbeda jika pertanyaan “Apa yang
Budi lakukan tadi malam”, maka jelas pertanyaan tersebut menanyakan verb
(melakukan apa? – kata kerja).
Question Words Untuk
Menanyakan
Who: siapa Subjek
(person)
Objek (person) – informal
Whom: siapa Objek
(person)
What: apa Subjek
(non person)
Objek (non person)
Verb
Whose: milik siapa Possession
(kepemilikan)
Which: yang mana Choice
(pilihan)
Where: dimana/kemana Place
(tempat)
When: kapan Time
(waktu)
Why: mengapa Reason
(alasan)
How: bagaimana Manner
(cara)
How far: seberapa jauh Distance
(jarak)
How fast: seberapa cepat Speed
(kecepatan)
How long: seberapa lama Duration
(durasi)
How often: seberapa sering Frequency (keseringan)
Etc…
Contoh kalimat question words dalam bertanya:
Misalkan ada kalimat seperti ini:
- Puri has bought a new
book in the book store.
Dari kalimat diatas, subjeknya adalah Puri (nama orang),
verbnya has bought, objeknya a new book, dan adverbnya adalah in the book
store. Kita dapat mengandai-andai pertanyaan-pertanyaan yang dapat muncul dari
kalimat tersebut, seperti pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
- Who has bought a new book in the book store? –
Menanyakan subjek, jawabannya adalah Puri
- What has Puri done in the book store? – Menanyakan
verb, jawabannya adalah bought.
- What has Puri bought in the book store? - Menanyakan
objek, jawabannya adalah a new book.
- Where has Puri bought a new book? – Menanyakan adverb, jawabannya
adalah in the book store.
b. Jenis - jenis“ Question Words” dan penggunaan dalam
kalimat Tanya
Question words adalah kata kata berikut ini : What,
Where, When, Why, Which, Who, Whom, Whose dan How. Apa alasannya kata kata
tersebut termasuk dalam question words? Mari kita cermati bersama, jika kita
terjemahkan menggunakan kamus, “question” artinya pertanyaan, dan “words”
artinya kata kata. Jadi bisa dikatakan bahwa question words artinya kata kata
tanya. Nah jika kita mendengar seseorang mengucapkan salah satu kata di atas,
tentunya ucapan orang tersebut merupakan sebuah pertanyaan bukan? Inilah
sebabnya beberapa kata dalam daftar di atas disebut sebagai question words
dalam Bahasa Inggris.
Meskipun berbeda beda, namun semua kosakata yang masuk
kedalam question words memiliki dasar yang sama yaitu untuk melontarkan
pertanyaan atau untuk mendapatkan informasi. Informasi seperti apa yang kita
cari dengan menggunakan kata kata tersebut? Tentunya tergantung dengan kata apa
yang kita gunakan, karena informasi yang akan kita peroleh inilah yang
membedakan fungsi antara satu question words dengan yang lainnya. Ayo kita
pelajari bersama.
Jadi
ada 9 jenis kata tanya dalam Bahasa Inggris, yaitu :
1. What – Menanyakan benda atau hal tertentu
Contoh : What is that? (Apa
itu?)
2. When – Menanyakan waktu
Contoh : When did she
leave? (Kapan dia pergi?)
3. Where – Menanyakan lokasi atau letak sesuatu
Contoh : Where do you
live? (Dimana kamu tinggal?)
4. Which – Menanyakan pilihan atau opsi
Contoh : Which one do
you want? (Mana yang kamu inginkan?)
5. Who – Menanyakan orang (subject)
Contoh : Who closed the
window? (Siapa yang menutup jendela?)
6. Whom – Menanyakan orang (object)
Contoh : Whom did you
meet yesterday? (Siapa yang kamu temui kemarin?)
7. Whose – Menanyakan kepemilikan
Contoh : Whose pen is
this? (Milik siapa pena ini?)
8. Why – Menanyakan alasan
Contoh : Why did you
take his phone? (Mengapa kamu mengambil telepon nya?)
9. How – Menanyakan cara
Contoh : How do you
operate this blender? (Bagaimana caramu menggunakan blender ini?)
c. Penggunaan “Ever “dalam “ Question Words”
Penggunaan question words dengan –ever
Penggunaan question
words dengan –ever – Penggunaan kata sambung yang terkhir masih seputar
kata-kata pertanyaan yang dikenal dengan question words, hanya saja dalam pembahasan
kali ini diberi tambahan –ever. Bagiamans susunan dalam kalimatnya?
Perlu diketahui bahwa
tambahan –ever memiliki arti ‘any’.
Whoever dan whomever
berarti anyone (siapapun)
Whatever berarti
anything (apapun)
Wherever berarti
anywhere (dimanapun)
Whenever berarti anytime
(kapanpun)
However berarti anyway
(bagaimanapun)
Nah kata –ever digunakan
sebagai kata sambung untuk memperkenalkan klausa kalimat. Berikut ini contoh
pola dalam kalimat:
S V -ever S V
Contoh : - We must agree with whoever you choose
- I will go wherever she will go
Perhatikan: Jangan
menggunakan ‘any’ untuk menggantikan –ever dan jangan mengggunakan –ever
sebelum question word!
Contoh:
Incorrect: You can
choose any what you all like.
Correct : You can choose whatever you all like.
Incorrect: He could
leave ever when Maira was ready.
Correct : He could leave whenever Maira was ready.
Incorrect: The evaluator
will vote for whom the participants.
Correct : The evaluator will vote for whomever the
participants.
Incorrect: Blue-green
algae are found any where there is ample moisture.
Correct : Blue-green algae are found wherever there
is ample moisture.
.
Incorrect: We can meet
again everyou have the time.
Correct : We can meet again whenever you have the
time.
Incorrect: Feel relax to
present my projects ever how my wish.
Correct : Feel relax to present my projects however my
wish
Incorrect: She can ask
any whatshe wants, how lucky she is.
Correct : She can ask whatever she wants, how lucky
she is
Incorrect: Don’t go ever
where when I have not been back yet!
Correct : Don’t go wherever when I have not been
back yet!.
Incorrect: He loves her
much any how she is.
Correct : He loves her much however she is
Incorrect: I could see
wherever is he.
Correct : I could see wherever he is.
Penggunaan question
words dengan –ever sama halnya dengan penggunaan indirect questions sebagai
kata sambung/ conjuctive.
PENYUSUN
PAKET INSTRUKSI : BAHASA INGGRIS TERMINOLOGI
UNTUK : PENDIDIKAN PEMBENTUKAN BINTARA ARTILERI
LINGKUP KORPS MARINIR
DISUSUN OLEH : SUGENG.
NRP
73399